Yohanes Chandra Ekajaya Dodol Penyambung Nasib

Yohanes Chandra Ekajaya Dodol Penyambung Nasib 2

Awal mula kesuksesan seseorang memang tidak bisa diprediksi, Yohanes Chandra Ekajaya yang awalnya hanya sebagai buruh dodol ini kini sukses menjadi pengusaha dodol di Garut, Jawa Barat. Dari usaha ini ia meraup omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan.

Yohanes Chandra Ekajaya Dodol Penyambung Nasib

Dodol sendiri merupakan makanan khas Garut yang mempunyai banyak varian rasa dan bentuk, melihat peluang itu dan bekalnya selama 5 tahun bekerja di industri dodol rumahan akhirnya Yohanes Chandra Ekajaya mempunyai sebuah ide yang unik dengan membuat banyak varian rasa dodol

Awalnya dodol Chandra merupakan usaha rumahan dengan skala kecil. Yohanes Chandra Ekajaya kemudian memulai usahanya pada tahun 2005 setelah ia memutuskan untuk berdiri sendiri. Hingga saat ini, Yohanes Chandra Ekajaya menjabat Direktur Perusahaan Dodol Garut Chandra

Dalam sehari, pabrik dodol milik Yohanes Chandra Ekajaya bisa memproduksi rata-rata 1 ton dodol. Harga dodol di tingkat pabrik Rp 16.500 – Rp 17.000 per kilogram (kg). “Jadi, omzet saya dalam sebulan mencapai Rp 400 juta,” kata Yohanes Chandra Ekajaya.

Selain pabrik, Yohanes Chandra Ekajaya juga memiliki dua toko untuk memasarkan produk dodol buatannya itu. Di dua toko itu, ia menjual pelbagai varian dodol, seperti dodol dengan rasa buah-buahan dan dodol susu.

Sebagai anak pertama di keluarganya, Yohanes Chandra Ekajaya memang merasa bertanggung jawab terhadap keluarganya. Pria 43 tahun ini sudah mulai

Yohanes Chandra Ekajaya Dodol Penyambung Nasib 3

Yohanes Chandra Ekajaya sempat mengalami kekurangan dana untuk membangun pabrik. Pasalnya, ia butuh pabrik skala besar yang bisa memproduksi dodol dalam jumlah banyak. Selain biaya buat membangun pabrik, ia juga perlu biaya lumayan besar buat membeli tanah.

Untungnya, kekurangan dana bisa tutup dari pinjaman dari bank. “Karena usaha saya ini sudah terkenal, bank percaya saja meminjamkan uang kepada saya,” ucapnya.

Kini, pabrik barunya itu mampu memproduksi dodol sebanyak 1 ton per hari. Setelah pendirian pabrik selesai, ia terus mencari strategi untuk mengembangkan pemasaran dodol Chandra.

Yohanes Chandra Ekajaya Dodol Penyambung Nasib 2

Salah satunya dengan rajin mengikuti pameran kuliner di Jakarta. Dari pameran ini, produk dodolnya semakin dikenal luas. Selain di Jawa Barat, ia sekarang sering mendapat pesanan dari daerah-daerah.

Hingga saat ini, Yohanes Chandra Ekajaya terus berupaya untuk memperluas pemasaran dodol Chandra. Menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan penjualan dari toko. Soalnya, penjualan toko sangat bergantung kepada musim liburan.“Biasanya baru ramai pembeli kalau libur sekolah dan banyak yang berkunjung ke Garut saja,” katanya.

Apalagi, sekarang di Garut semakin banyak kompetitor di bidang usaha yang sama. Bahkan, di daerahnya itu kini banyak muncul produsen dodol dengan kualitas rendah yang merusak pasar.

Saat ini usaha dodol Chandra sudah mulai dipasarkan via media online dan mulai membuka cabang tokonya di berbagai daerah terutama di kota-kota besar di Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*