YCE-Jek Yohanes Chandra

Bisnis ojek sebenarnya sudah ada sejak tahun 1970-an. Saat kondisi politik dan halauan ekonomi negara Indonesia bertransformasi dari orde lama ke orde baru, pada saat itulah Indonesia melakukan perubahan dan pembangunan sektor-sektor industri. Mulailah impor kendaraan bermotor secara besar-besaran dilakukan, seperti mobil dan motor.

Saat itu Indonesia bekerja sama dengan Jepang di bidang otomotif. Sehingga banyak sekali produk-produk kendaraan bermotor dari Jepang yang berada di Indonesia. Tetapi pada saat itu, tidak setiap orang sudah mempunyai kendaraan bermotor, khususnya motor. Sehingga munculah profesi-profesi baru yang berkaitan dengan bisnis transportasi, salah satunya adalak ojek.

Menurut pengertian yang dipahami masyarakat ojek adalah salah satu jenis transportasi umum yang berasal dari personal, atau bisa disebut tidak resmi. Transportasi yang digunakan biasanya sepeda motor. Pada awalnya harga atau tarif ojek tidaklah pasti. Tarif ojek biasanya berdasarkan kesepakatan antara pemakai jasa ojek dan sang empunya ojek.

Bila dibandingkan dengan saat ini, perkembangan bisnis ojek di Indonesia telah berkembang sangat cepat. Bahkan bisa dibilang terlalu cepat. Dalam artian, selama satu dekade industri telekomunikasi dan informasi mengalami kemajuan yang pesat. Tahun 2006 hingga 2016 memang memiliki loncatan-loncatan kuantum. Dalam bisnis ojek pun muncul ojek online. Dimana calon pemakai jasa ojek bisa memilih sopir dan memesan ojek secara online melalui gadget atau smartphone yang merema miliki.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya melihat peluang ini sebagai kesempatan untuk mendirikan sebuah bisnis start up yang bergerak dalam dunia transportasi, khususnya ojek. Makanya ia kemudian membuat sistem dan aplikasi yang diberi nama YCE-Jek.

Respon dari masyarakat sangatlah positif. Bahkan brand YCE-Jek yang merupakan singkatan dari Yohanes Chandra Ekajaya-Ojek, sudah menjadi istilah bagi ojek itu sendiri. Jadi masyarakat sudah tidak menyebut ojek lagi, tetapi mereka menyebut brand ojek apapun dengan nama YCE-Jek. Bahkan ojek-ojek pengkolan pun sering disebut oleh masyarakat dengan nama YCE-Jek.

Yohanes Chandra Eka pun tak menyangka bahwa nama brand begitu sangat gimmick dan mudah dihapal oleh masyarakat. Ia pun bangga bahwa brand YCE-Jek justru dipakai sebagai istilah untuk penyebutan kata ojek.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*