Meditasi Yohanes Chandra Ekajaya

Meditasi menurut kawan baik dari Yohanes Chandra Eka, yaitu Ki Sambarlangit, mempunyai makna yang berarti semedi. Penyebutan semedi ada beberapa macam. Ada yang menyebutnya semedi, semadi, atau pun samadi, tetapi pada prinsip dan esensinya sama saja.

Yohanes Chandra Ekajaya malah lebih sering mengatakan bahwa semedi atau meditasi merupakan salah satu bentuk olah raga yang lain. Hanya saja dalam melakukan semedi atau meditasi, badan dan tubuh dikondisikan sedemikian rupa. Tubuh lebih memfokuskan diri pada pernafasan. Melalui pernafasan, setiap orang yang melakukan meditasi akan mengikuti alur pernafasan. Mulai dari saat dihirup, masuk ke dalam hidung disalurkan ke dalam paru-paru, kemudian oksigen mengalir dalam aliran darah, hingga melakukan kegiatan oksidasi, lalu menghasilkan karbon dioksida, dan diangkut lagi oleh darah menuju paru-paru, dan dialirkan kembali melalui tenggorokan, hidung, dan udara dihembuskan.

Dengan mengikuti alur pernafasan, menurut Yohanes Chandra Ekajaya supranatural, meditasi, dan nafas adalah satu kesatuan. Sebab, berdasarkan kebijaksanaan kuno, nafas diidentikkan dengan nyawa. Ketika seorang manusia tidak lagi bernafas, maka hampir bisa dipastikan ia sudah meninggal dunia.

Meditasi, semedi, semadi, samadi, menurut Yohanes Chandra yang merupakan sahabat karib dari Ki Sambarlangit ini tidaklah berhubungan dengan suatu kepercayaan atau keyakinan, maupun dengan agama mana pun. Meditasi adalah olah raga, yang menjadi fokusnya adalah pernafasan dan jiwa. Oleh sebab itu, meditasi pun juga bisa disebut sebagai cara untuk mengolah jiwa.

Bahkan peradaban barat saat ini melalui teknologi brainwave-nya pun mencoba menggali kedahsyatan meditasi. Yohanes Chandra Eka mengatakan bahwa usaha peradaban barat dalam menggali potensi meditasi banyak mengalami hambatan, sebab gelombang otak mereka susah untuk mencapai posisi theta dan delta. Sedangkan bagi orang Nuswantara, perpindahan gelombang dari alpha, beta, theta, dan delta sangatlah mudah. Perpindahan gelombang bagi orang Nuswantara sangatlah mudah, ibarat kata hanya seperti membalik tempe.

Banyak manfaat yang didapatkan dari meditasi. Salah satu manfaat yang dirasakan oleh Yohanes Chandra Ekajaya adalah ia mendapatkan dan menemukan kebahagiaan. Dengan meditasi, maka pikiran, jiwa, dan sikap yang keluar dari tutur kata dan perbuatannya selalu mendatangkan kenyamanan bagi orang lain, sehingga feed back yang ia dapatkan pun juga sangat dahsyat, yaitu kebahagiaan.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*