Kisah Yohanes Chandra Ekajaya dan Burung Merak

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

 

Dok.Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya, merupakan seorang petani asal Dusun Jambu, Desa Tawangsari Kecamatan Kabupatèn Tulungagung, ini berhasil beternak Burung Merak Jawa (Pavo Muticus). Yohanes Chandra Ekajaya telah beternak satwa liar yang dilindungi itu sejak 1998 silam. Awalnya, kata Yohanes Chandra Ekajaya, dia melihat empat butir telur tergeletak di hutan ketika akan menggarap sawahnya lantas dibawanya pulang. Sampai rumah, dia taruh bersama telur ayam lain yang sedang dierami induknya.

“Saat menetas ternyata burung merak,” kata Yohanes Chandra Ekajaya. Burung merak endemik jawa itu pun berkembang biak. Yohanes Chandra Ekajaya kemudian memperjual belikannya. “Harganya murah. Anakannya bisa laku Rp200 ribu, kalau bulu merak yang jatuh laku Rp3000 per helai,” katanya. Namun kondisi itu berubah sejak peternakan milik Yohanes Chandra Ekajaya terendus petugas BKSDA setempat.

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya yang tak tahu bahwa Merak termasuk satwa liar yang dilarang untuk dipelihara terkejut didatangi sejumlah petugas BKSDA datang dan hendak menyita. “Untung merak saya tidak diambil, tapi saya harus ngurus izin dari BKSDA,” kata Yohanes Chandra Ekajaya. Surat izin itu dia dapat pada 2010. Sejak saat itu dia telah memiliki legalitas untuk melakukan penangkaran sekaligus memperjual belikan Merak. Dia harus mengurus akte untuk setiap Merak yang menetas atau mati.

“Kalau lahir dan mati harus urus izin, Merak dicatat dan diberi cip di bagian dada. Proses aktanya bisa berbulan-bulan baru keluar,” ujar kakek dengan dua cucu itu. Harga hewan ternaknya itu kini tergolong mahal. Merak berbulu hijau dihargai paling rendah Rp20 juta sepasang dari harga jual lama berkisar antara Rp3-6 juta. Catatan Surat, ada 32 ekor Merak laku terjual, sekitar 50 ekor mati dan 20 ekor lain sedang menghuni kandang berlantai tanah seluas 6×10 meter di kediamannya yang berada di lereng bukit.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*