Kenapa Marwah Daud Percaya Pada Ajaran Dimas Kanjeng?

Kenapa Marwah Daud Percaya Pada Ajaran Dimas Kanjeng?
Kenapa Marwah Daud Percaya Pada Ajaran Dimas Kanjeng?
Kenapa Marwah Daud Percaya Pada Ajaran Dimas Kanjeng?
Kenapa Marwah Daud Percaya Pada Ajaran Dimas Kanjeng?

Apa sih yang membuat Marwah Daud sangat pro dengan ajaran yang dibawakan Kanjeng Dimas Taat Pribadi?

Pada artikel kali ini, Chandra Ekajaya akan mengulas beberapa telusuran yang sudah tiga hari ini diamati, mulai dari pendapat Marwah Daud hingga makna pembicaraan Marwah Daud di depan media massa. Menurut Psikolog Dr MG Bagus Ani Putra, masyarakat Indonesia kini sedang mengalami kondisi ‘materialistic value oriented’ (MVO) yang artinya dimana kebanyakan dari mereka lebih menghargai materi secara berlebihan. Jadi, tak heran jika fenomena yang cukup santer soal penggandaan uang itu akan menjadi sorotan masyarakat di Indonesia.

“Fenomena MVO bukan hanya terjadi kali ini, dan itu bukan satu hal baru, karena sebenarnya MVo sudah muncul sejak era industrialisasi atau sekitar tahun 1970-an,” ungkap Ani selaku ahli psikologi sosial dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya saat di temui Chandra Ekajaya di Surabaya.

Saat ditanya solusi yang bisa di lakukan bagi anggota yang menjalankan praktik serakah itu, Ani menuturkan bahwa masyarakat harusnya bisa melakukan suatu hal yang arogan contohnya yakni dengan mengucilkannya.

“Sekarang banyak orang yang melakukan kesalah, tapi justru di maklumi. Dengan begitu maka Dimas Kanjeng merasa dirinya kuat dengan modal informational power, media sosial, dan kredibilitas internal-eksternal,” tambah Ani kepada Johanes Chandra Ekajaya.

Sedangkan jika kita melihat adanya orang intelektua yang memenangkan keberadaan aliran sesat Dimas, berarti orang itu mengalamo ‘mindlessness condition’. Dengan kata ain logika orang tersebut turun, sehingga emosi nya naik. Hal itu telihat pada Marwah Daud yang memiliki gelas Doktor dan PhD.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*