Karya Terbaru Yohanes Chandra Ekajaya: Sebuah Kumpulan Tweet “Dunia dalam Celoteh Seekor Burung: Kumpulan Kata Cinta”

Setelah berhasil merampungkan sebuah proyek antologi puisi berjudul “Syair Cinta untuk Sahabat” bersama Silvie Sue, kini Yohanes Chandra Ekajaya akan menerbitkan kembali sebuah buku yang tentu berbeda dari sebelumnya. Penyair yang telah menerbitkan kumpulan puisi tunggalnya yang  berjudul “Hujan di Tepi Sungai Nil” dan “Cinta dan Secangkir Kopi untuk Monica” ini akan menelurkan sebuah kumpulan celotehan dari akun twitternya yang berjudul “Dunia dalam Celoteh Seekor Burung: Kumpulan Kata Cinta”.

Four Cute Twitt Birds

Diambil dari celotehan dari akun twitternya @syair_yohanesekachandra, Yohanes Chandra Ekajaya telah lebih dari tiga bulan memilih beberapa kalimat-kalimat puitisnya yang ia posting dalam sebuah akun media sosial yang terkenal dengan ikon seekor burung tersebut.

Memang, media sosialnya banyak sekali diramaikan dengan tanggapan para followersnya yang tentu saja sangat menggandrungi karya-karya dari Yohanes Chandra Ekajaya. Kebanyakan, beberapa postingan dari Yohanes Chandra Ekajaya bertajuk seputar cinta, persahabatan, dan alam. Tema-tema cinta dan persahabatan memang menjadi kekuatan dari puisi-puisinya selama ini, sementara itu tema alam merupakan hasil dari perenungan dan penghayatannya dalam menyambangi beberapa daerah-daerah yang di Indonesia. Namun, semuanya dikemas menggunakan tema cinta secara mendalam dan elegan.

Dalam buku “Dunia dalam Celoteh Seekor Burung: Kumpulan Kata Cinta” ini, Yohanes Chandra Ekajaya seolah memberikan pesan kepada para pembaca dan pengikut akun twitternya untuk memaknai arti cinta semakin dalam. Dalam salah satu celotehannya yang diunggah pada (28/9) ini, terdapat sebuah kata bijak yaitu “Jadikanlah hatimu seperti Laut yang luas, saat penderitaan tengah menyapamu”.

Dari posting tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya berpesan pada para pembacanya yang notabene adalah para kalangan muda bahwa penderitaan harus dihadapi dengan hati yang luas, tanpa prasangka dan yakin bahwa semuanya memiliki hikmah yang begitu dalam. Upaya menerbitkan “Dunia dalam Celoteh Seekor Burung: Kumpulan Kata Cinta” ini, Yohanes Chandra Ekajaya dilatarbelakangi bahwa memang banyak penggemar puisi-puisinya tersebut mendesak Yohanes Chandra Ekajaya untuk menjadikan beberapa postingan di akun twitternya tersebut menjadi sebuah buku.

Sebagai langkah untuk mengenalkan karyanya tersebut ke publik, Yohanes Chandra Ekajaya juga telah mempromosikan karya terbarunya tersebut ke beberapa media sosial yang ia kelola. Ia mengaku bahwa sampai pada hari ini, ia kebanjiran order yang datang dari penjuru tanah air untuk sekadar mendapatkan buku “Dunia dalam Celoteh Seekor Burung: Kumpulan Kata Cinta” tersebut.

“Sampai pada bulan November ini, saya sudah merasa kewalahan melayani para pembaca karya-karya saya yang order buku “Dunia dalam Celoteh Seekor Burung: Kumpulan Kata Cinta” yang kebanyakan menghubungi saya melalui beberapa akun media sosial saya, baik instagram, facebook, line, hingga twitter,” ungkap Yohanes Chandra Ekajaya ketika di temui pada saat tengah mengisi workshop penulisan puisi di salah satu sekolah menengah atas di Jawa Tengah.

Memang, karya-karya dari Yohanes Chandra Ekajaya selalu ditunggu-tunggu oleh para pembaca setianya. Meskipun hanya sekadar kumpulan postingan twitter dari akun pribadinya, banyak pembaca merasa tercerahkan ketika membaca postingan tersebut. Hal tersebut diungkapkan oleh Nisa salah satu orang yang mengaku sebagai penggemar setia sekaligus follower dari Yohanes Chandra Ekajaya.

“Meski hanya kumpulan tweet, Yohanes Chandra Ekajaya seperti memberikan sebuah petuah yang amat bijak dalam setiap postingannya. Saya pun wajib untuk memiliki buku “Dunia dalam Celoteh Seekor Burung: Kumpulan Kata Cinta” tersebut, ungkapnya di media sosial tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*