Hari Konsumen Nasional Jadikan Konsumen yang Cerdas

YLKI

SOBAT Milenial, istilah “konsumen adalah raja” bagi para pelaku usaha tentulah tidak asing lagi. Kepuasan konsumen menjadi harga mati yang harus dicapai, agar pelanggan tetap akan memilih, membeli dan menggunakan produk dan jasa yang disediakan oleh si pelaku usaha.

Tahukah kamu, ternyata konsumen itu dibekali perlindungan loh. Hal tersebut sudah diatur dalam UU No.8 Taliun 1999, yang diberlakukan efektif 21 April 2000. Balikan kemudian, melalui Kepres Nomor 13 tahun 2012 tanggal 20 April setiap tahunnya pun ditetapkaji sebagai Hari Konsumen Nasional. Tujuannya adalah agar banyak pihak yang termotivasi untuk mencerdaskan para pelanggannya dan membangun etika berusaha bagi para pelaku usaha.

Di peringatan hari konsumen irasional biasanya banyak perusahaan di berbagai sektor bidang yang selalu dan berlomba-lomba memberikan kejutan bagi para pelanggannya, baik berupa potongan harga maupun fasilitas tambahan lainnya, yang dapat membuat pelanggannya merasa istimewa saat bertransaksi dengan para wirausahawan.

Sobat, pernahkah kamu merasa ragu akan kualitas dan kondisi sebuah produk atau layanan jasa yang akan kamu gunakan saat membeli sesuatu? Baik langsung maupun menggunakan aplikasi Online, aman enggak ya, nyani]->e enggak ya, atau kondisinya sama enggak ya dengan di foto, hal itu selalu membayang di kepala kita saat hendak bertransaksi.

Tenang, ternyata hal tersebut merupakan hal lumrah yang Temali dialami oleh setiap pelanggan, artinya bukan kamu sendiri. Maka dari itu guna memberikan kenyamanan saat melakukan transaksi sebagai konsumen, pemerintah kita telah memfasilitasi hal tersebut dengan badan-badan yang melindungi pelangganya sebagai pusat layanan aduan dari segala tindakan yang dianggap dapat merugikan oleh pihak-pihak yang dinilai tidak bertanggung jawab.

Mereka adalah Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKI), Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), yang fungsinya memiliki hubungan satu sama lain, yang biasanya nomor salah satu di antara ketiganya selalu tercetak di balik proefuk kemasan dan selalu tertulis layanan ini 24 jam dan bebas pulsa.

Konsumen Cerdas

Lalu apa sih fungsi ketiganya? BPKI berfungsi memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah untuk pengembangan perlindungan konsumen di Indonesia. Levelnya lebih kepada pemberi saran dan rekomendasi kebijakan setelah menampung dan menganalisis pengaduan dari kalangan umum.

YLKI memiliki fungsi hampir sama dengan BPKI yakni wadah untuk menampung pengaduan masyarakat, tapi bentuknya LSM. Sedangkan BPSK merupakan fungsi lanjutan dari BPKI. Pengaduan masyarakat sebagai seorang pelanggan bisa diselesaikan dengan cara konsiliasi, mediasi, dan arbitrase.

BPSK tidak hanya melindungi dan membantu memperjuangkan hak konsumennya tapi juga perlindungan hukum terhadap pelaku usaha atas tindakan seorang pelanggan yang beritikad tidak baik.”

Nah maka dari itu kita perlu menjadi seorang yang cerdas dalam memilih produk atau layanan jasa, meski dilindungi oleh undang-undang dan lembaga pemerintah, kewaspadaan, atau kehati-hatian mutlak dimiliki oleh kita selaku pelanggan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*