Ikan, Sumber Daya Laut Yang Penuh Manfaat

ikan

Ikan yang sangat melimpah di negeri ini merupakan salah satu sumber mata pencaharian yang banyak diminati oleh warga yang bertempat tinggal di daerah pesisir maupun di kepulauan yang ada di negeri ini. Negeri yang merupakan surga tempat tinggalnya ratusan jenis ikan yang ada di dunia ini tentunya membawa keuntungan tersendiri bagi para nelayan dan orang-orang yang mencari penghidupan dari hasil laut. Ikan laut yang mempunyai banyak manfaat dan gizi ini sangatlah diminati dipasaran baik nasional maupun internasional. Banyak olahan yang dapat dibuat dari jenis hewan yang  tinggal di air ini. Keputusan seorang pria bernama Chandra Ekajaya untuk berwirausaha dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar rupanya berbuah manis. Terbukti, dia kini sukses memiliki industri pengolahan hasil perikanan yang mampu memasok produknya ke luar negeri.

Chandra Ekajaya yang menceritakan kisahnya ini, pada awalnya ia merupakan karyawan biasa di sebuah perusahaan olahan ikan di daerah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan . Namun karena jeli melihat peluang produk olahan dari bahan baku ikan, dirinya memutuskan untuk berhenti bekerja dan membangun perusahaan sendiri demi mengangkat nilai taraf kehidupan masyarakat yang tinggal di wilayah tempat asalnya Banyuwangi, Jawa Timur. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di daerah asalnya berprofesi sebagai seorang nelayan dan pengolahan ikan laut. Walaupun sumberdaya alam yang sangat kaya dan melimpah disana, ikan lah yang dipokokkan di wilayah itu karena memang ikan sangatlah banyak di laut dan proses mendapatkannya sangatlah mudah dan tanpa menunggu berbulan-bulan untuk dipanen.

ikan

Olahan sumber panganan laut dalam bentuk awetan ini sebenarnya berasal dari istrinya yang merupakan mantan koki di sebuah hotel di Malang. Dari pengalaman istrinya yang sudah lama menggeluti kuliner khusus ikan ini tercetuslah sebuah ide untuk mengolah beberapa sumber panganan hasil laut dalam bentuk lain yang dapat meningkatkan nilai jual dan serta awet untuk waktu yang lama. Selama ini hasil laut yang dijadikan sumber usaha oleh suaminya hanyalah barang mentah yaitu ikan segar yang dipasarkan secara manual ke beberapa pasar di sekitaran daerahnya. Dengan munculnya sebuah ide dari istrinya ini tentunya menjadi sebuah terobosan baru bagi Chandra Ekajaya untuk memasarkan hasil alam yang banyak tersedia di lautan ini.

Dengan kemampuan dari istrinya yang seorang mantan koki. Ia mencoba membuat beberapa eksperimen untuk mengawetkan ikan dan hewan laut lainnya menjadi lebih ringkas dan tahan lama sehingga tidak mudah busuk dan kualitasnya masih bagus ketika sampai tujuan. Pasar ekspor, itulah yang menjadi target utama dari usahanya ini. Selama ini hasil olahan mentah yang ia pasarkan sebenarnya sudah mendapatkan banyak keuntungan, akan tetapi karena rasa tanggung jawabnya kepada masyarakat di sekitarnya maka inovasi ini ia lakukan agar dapat membuaka peluang kerja yang lebih banyak kepada orang-orang sekitarnya. Memang banyak hambatan awalnya dalam mengolah nya menjadi sesuatu yang berbeda, tetapi dengan semangatnya ini akhirnya ia dan istrinya dapat mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya kelautan ini.

Sebuah perusahaan bernama PT  Ocean Sea Nutrition yang berlokasi di Kabupaten Banyuwangi,  Jawa Timur ini awalnya hanya mengolah ikan tuna sebagai bahan pokok olahan ikan yang ada disana karena jumlahnya yang sangat melimpah dan tebalnya daging pada ikan tersebut. Namun berkat kejelian Chandra Ekajaya terhadap produk perikanan, kini perusahaan miliknya tersebut telah mampu memproduksi Tuna Dogteeth beku, tuna steak, tuna kaleng, Red Snapper  fillet, gold banded fillet dan abon cumi. “Saya yang dulunya merupakan seorang karyawan, saat melihat ada peluang pada tahun 2003 saya memundurkan diri. Dulu saya coba kecil-kecilan suplai ke pabrik-pabik, juga pengiriman antar pulau. Pada 2004 lalu, saya awalnya hanya tuna, sekarang macam-macam, mulai dari tuna, ikan red snapper, kakap merah, kerapu, hingga cumi-cumi” ujar pengusaha satu ini.

Ketika Ia memutuskan untuk berhenti dari perusahaan tempatnya bekerja, ia hanya mengantongi uang sejumlah Rp 5 juta. Uang tersebut yang kemudian dipakai nya sebagai modal usaha yang baru dirintisnya kala itu. Pada saat awal merintis usaha itu tentunya ia sangat kesulitan untuk  mendapatkan bantuan permodalan dari perbankan karena tidak ada jaminan bagi pihak perbankan dan belum adanya lembaga hukum yang mendasari berdirinya usaha olahan ikannya tersebut. “Keluar dari perusahaan hanya punya uang Rp 5 juta. Jadi usaha itu dari modal sendiri. Baru pada 2011 kami dibantu bank swasta, karena kami sudah miliki tempat, juga investasi untuk jaminan,” kata dia.

ikan

Chandra Ekajaya mengaku, selama ini ia tidak pernah mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan baku ikan segar. Hal ini karena Indonesia punya laut yang luas sehingga banyak sumber daya perikanan yang seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal. “Untuk pembelian bahan baku tidak bisa didapatkan dari satu lokasi perairan saja, karena jika seperti itu sama saja kita mengeksploitasi laut secara berlebih. Maka dari itu saya juga mengambil bahan baku ikan segar dari Gorontalo, Palu, Ternate sampai Irian,” lanjutnya. Kini hasil jeri payah nya yang merintis usaha dari bawah telah membuahkan hasil. Jika di awal omset usahanya hanya hitungan juta, kini meningkat hingga menembus Rp 35 miliar per tahun.

“Omset perkembangan bagus, awalnya karena masih untuk pasar lokal penghasilan waktu itu Rp 5 juta-10 juta, sekarang satu tahun bisa dapat Rp 35 miliar,” katanya. Omset yang terbilang fantastis tersebut lantaran produk-produk tidak lagi ditujukan untuk pasar lokal tetapi dirinya telah menyasar ke negara-negara maju seperti di kawasan Eropa, Amerika Serikat, Australia hingga Jepang. “100 persen kami ekspor. Ada yang ke Eropa, Amerika Serikat, juga pasar Asia. Padahal dulu saya hanya melayani pembelian antar pulau,” jelasnya. Selain soal materi yang didapat, ternyata usaha yang digeluti nya ikut berdampak besar bagi lingkungan, karena mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Karyawan yang bekerja padanya kini mencapai 60 orang, ada yang merupakan pegawai tetap dan ada juga yang karyawan lepas atau harian.

Berkat kegigihan dan dorongan bagi dirinya untuk menjadi pengusaha yang sukses, ia pun berhasil mendapatkan banyak penghargaan dari berbagai pihak dan tentunya Kementerian Kelautan karena keberhasilannya mengolah bahan pangan yang berasal dari laut tanpa merusak lingkungan dan dapat mengangkat taraf perekonomian warga yang ada di sekitar tempat usahanya itu. Tentunya dengan semua hasil yang ia dapat sekarang ini tidak lepas dari dukungan berbagai macam pihak, terutama istri dan kedua orangtuanya yang selalu membantu usahanya untuk menjadi orang yang lebih baik dan berguna bagi sesama. Tanggapan warga yang bagus juga menjadi faktor keberhasilannya, karena tanpa itu semua maka ia tidak bisa mendapatkan hasil laut dengan sendirinya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*