Dua Tersangka Misterius Ditetapkan Menjadi Tersangka Kasus Serum Palsu

031627500_1467193191-20160629_105423

Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Pekanbaru kembali menguak dalang di balik kasus serum palsu yang ditemukannya belum lama ini. Dari penelusuran di lapangan, penyidik menyeret dua tersangka ke ranah hukum.

Dari tangan tersangka tersebut, penyidik berhasil mengumpulkan sekaligus menyita ratusan ampul serum palsu. Saat di konfirmasi temuan tersebut, Toni Hermawan selaku Kapolresta Pekanbaru Kombes menuturkan bahwa penyidik sudah mengantongi dua tersangka terkait kasus tersebut, tapi Toni enggan mengungkapkan siapa nama mereka.

“Petugas sudah mengantongi barang bukti lebh dari 100 barang yang disita,” kata Toni.

Kasus serum palsu itu terungkap bermula dari temuan serum jenis antitetanus dan antibisa ular itu ditemukan di Kecamatan Rumbai Pesisir. Setelah penemuan itulah maka Satuan Reserse Kriminal Polresta langsung bergerak mencari tahu pelaku dari pembuatan serum palsu tersebut.

“Untuk mengusut tuntas pemalsuan itu, kini penyidik sedang mencri tahu dalangnya,” tutur Toni.

Dari penemuan awal yang ditemukan 20 ampul serum palsu yang berjenis antitetanus dan antibisa ular itulah maka penyidik memeriksakan penemuannya ke pihak Biofarma sebagai pemilik merek.

Indra Ginting selaku Kepala BPOM di Pekanbaru membenarkan berita yang diuatarakn kepolisian tersebut.

“Serum yang dibawa itu sudah kami periksa, dan hasilnya palsu,” ungkapnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*