Chandra Ekajaya Kunjungan Wisata Spot Lumba-lumba

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya saat berkunjung ke kota Tulungagung sempat mengujungi Pantai Pathok Gebang di Desa/ Kecamatan Besuki. Disana Chandra Ekajaya terpukau dengan pamandangan alam yang indah, namun ternyata pantai tersebut merupakan sebagai tempat migrasi dan juga berkumpul lumba-lumba untuk menacari makan.

Pada saat berkunjung di pantai tersebut Chandra Ekajaya tidak sengaja menemukan satu lumba-lumba berukuran panjang dua meter yang mati terdampar di Pantai Bayem, Desa/Kecamatan Besuki. Di duga lumba-lumba berasal dari arah Pantai Pathok Gebang mati terdampar karena terpisah dari gerombolanya dan terhempas gelombang laut.

“Saat saya datang lumba-lumba sudah terbujur kaku mati, mungkin mati dalam kurun waktu satu hingga dua jam sebelumnya”ujar Chandra Ekajaya.

Dok.Chandra Ekajaya

Penemuan tersebut kemudian langsung dilaporkan kepada pihak yang berwenang untuk dilakukan penindakan dan menacari sebab pasti kenapa lumba-lumba tersebut bisa terdampar dan mati di pantai.

Menurut data yang ada ternyata memang kawasan tersebut menjadi jalur migrasi lumba-lumba jadi tak hayal banyak lumba-lumba yang bisa dijumpai di kawasan pantai. Bahkan untuk melihat lumba-lumba secara dekat sudah tersedia spot khusus  bisa melihat lumba-lumba secara dekat.

Menanggapi hal tersebut pihak terkait masih mengupayakan agar potensi yang ada di kawasan pantai ini bisa dikembangkan semaksimal mungkin. Potensi spot melihat lumba-lumba diharapkan mampu menarik minat wisatawan berkunjung ke pantai Bayem, Desa/Kecamatan Besuki. Namun pemanfaatan wisata ini nantinya akan tetap diawasi dan dikelola secara profesional, hal ini bertujuan agar tidak mengganggu ekosistem lumba-lumba itu sendiri.

Chandra Ekajaya menambhakan bahwa hal ini bisa menjadi pemasukan bagi warga dan juga pemerintah. Lonjakan wisatawan akan berdampak perekonomian warga semakin bergeliat dan juga pemasukan bagi kas pemerintah daerah.

“namun pemafaatanya harus benar-benar diawasi, jangan sampai ada pihak lain yang mrasa dirugikan  nantinya dan yang terpenting adalah jangan sampai merusak habitat dan ekosistem lumba-lumba itu sendiri” ujar Chandra Ekajaya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*