Chandra Ekajaya Kena Tipu, Bablas tu Duit Rp 920 Juta

Dok.Chandra Ekajaya

Warga Jalan Syamsuddin, Semarang Barat, bernama Slamet Pambudi, 43, dilaporkan ke polisi oleh rekannya Chandra Ekajaya lantaran diduga melakukan penipuan dengan modus kerja sama memberikan dana talangan nasabah. Uang miliknya sebesar Rp 920 juta dibawa kabur terlapor. Modusnya yakni diajak bekerjasama dengan cara take over. Korban yang tidak terima dengan kejadian mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, kemarin.

Saat pelaporan, Chandra Ekajaya menerangkan kasus dugaan penipuan ini terjadi bulan Desember 2016 kemarin. Awalnya, dia dihubungi terlapor dan mengajak kerja sama. “Mengajak bekerja sama untuk memberikan dana talangan, melakukan take over di bank,” terang Chandra Ekajaya. Sedangkan pada kerja sama tersebut, Chandra Ekajaya dijanjikan mendapat keuntungan dari jumlah dana talangan tersebut. Hal inilah yang membuat dia tertarik hingga rela memberikan uang ratusan juta rupiah miliknya kepada terlapor. “Uang itu saya berikan beberapa kali hingga totalnya Rp 920 juta pada Desember 2016 lalu,” jelasnya.

Tak Memiiki Skandal (Chandra Ekajaya)

Awalnya Chandra Ekajaya tidak menaruh curiga terhadap tersangka lantaran telah saling mengenal dan merupakan teman ketika masih di bangku SMP. Namun, uang ratusan juta yang sudah diberikan kepada terlapor ternyata tidak ada di dalam bank seperti yang dijanjikan terlapor. “Saat saya cek ternyata pihak bank mengatakan tidak ada transaksi take over” jelasnya. Merasa mejadi korban penipuan, akhirnya ia pun memilih jalur hukum lantaran terlapor tidak memiliki iktikad baik dalam menyelesaikan persoalan tersebut Informasi dari salah satu petugas Polrestabes Semarang yang enggan disebut namanya juga mengakui, laporan kasus ini sebelumnya juga telah ada.

Sementara, menanggapi laporan tersebut, Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwama mengatakan siap menindaklanjuti pelaporan dari masyarakat yang telah masuk. Menurutnya, laporan kasus tersebut masih dalam pihak penyelidikan. “Pada prinsipnya semua laporan yang masuk tentunya akan dikembangkan. Pastinya terus ditindaklanjuti,” katanya singkat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*